Rabu, 15 Juli 2009

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi 31 mei 2009


Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 110/WJ/GBI-BTS/V/2009 Edisi : 31 Mei 2009


"SUDAH WAKTUNYA TIDUR!"

Mazmur 16:1-11


Dalam bukunya yang berjudul The Best Is Yet To Be (Yang Terbaik Akan Segera Datang), Henry Durbanville mengenang saat ia masih kanak-kanak. Jika bayang-bayang malam memanjang dan kegelapan turun, ibunya akan berseru padanya, "Henry, sudah waktunya tidur!" Namun, seperti anak-anak lainnya, ia tidak suka bila harus meninggalkan kawan-kawannya serta menyimpan mainan untuk pergi tidur, sekalipun dalam hatinya ia tahu bahwa tidur memang perlu. Henry kemudian membuat persamaan rohani untuk orang-orang Kristen yang merasa bahwa akhir hidupnya sudah dekat: "Kematian adalah seperti ibu yang penyayang namun tegas. Bila saat yang tepat tiba, ia akan berkata, 'Sudah waktunya tidur. 'Oh, kita mungkin akan sedikit protes, namun kita tahu dengan pasti bahwa sudah tiba saatnya untuk beristirahat, dan dalam hati sebenarnya kita merindukan saat seperti itu."

Pikiran akan kematian akan memenuhi hati setiap orang, sekalipun seorang Kristen, dengan berbagai emosi. Bila kita berpikir akan meninggalkan orang-orang yang kita kasihi, mungkin akan menyebabkan airmata kita mengalir. Putusnya ikatan antar manusia yang amat dekat memang menyakitkan. Namun di sisi lain, ini merupakan suatu antisipasi untuk beristirahat dari kerja keras selama ini dan untuk berada di hadirat Tuhan.

Jika kita beriman kepada Kristus, kita dapat menaruh pengharapan akan datangnya kebahagiaan dan pelepasan yang akan menjadi milik kita saat kita mendengar seruan malam, "Marilah pulang. Sudah waktunya tidur!"


BAGI ORANG KRISTEN, KEMATIAN ADALAH BAYANGAN TERAKHIR DARI MALAM FANA SEBELUM

FAJAR SURGA YANG ABADI


Baca Firman Yuk…

Senin


Yeremia 5:20-31

Yakobus 4:1-10

Selasa


Yeremia 6:1-9

Yakobus 4:11-17

Rabu


Yeremia 6:10-16

Yakobus 5:1-6

Kamis


Yeremia 6:17-21

Yakobus 5:7-11

Jum'at


Yeremia 6:22-26

Yakobus 5:12-20

Sabtu


Yeremia 6:27-30

I Petrus 1:1-12

Minggu


Yeremia 7:1-15

I Petrus 1:13-25

"...Jika iman tidak disertai dengan perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" Yak. 2:17


INFO KOMSEL

NO.

NAMA KOMSEL

TEMPAT KOMSEL

ALAMAT

PKS

001

Komsel Sidorejo

Bp. Heri Kurniawan

Jl. Jend. Sudirman

Bpk. The Hui Kim

002

Komsel Bamban I

Bp. Ponco S

Jl. Kasan Rejo

Bpk. Misenap

003

Komsel Kp. Baru

Ibu Inur

Jl. Pakunegara

Bpk. Y.Gunawan

004

Komsel Bamban II

Bp. Hendrayitno

Jl. Kasan Rejo

Bpk. Soewarno

005

Komsel Palingkau

Bp. Sardjono

Jl. A. YAni

Bpk. Edi Santiago

006

Komsel Psr. Panjang I

Bp. Atanto

Jl. H.M. Rafi'i

Bpk. Mulyana

007

Komsel Psr. Panjang II

Ibu Sania Theresia

Jl. Utama P. Panjang

Bpk. R. Mathias

008

Komsel Pasanah

Bp. Paulus Rande

Jl. Pasanah Gg. Kasturi

Pdm. Paulus Rande

009

Komsel Pangkalan Lima

Bp. Krisman Sitorus

Jl. A. Yani Pangkalan Lima

Bpk. Tony S. G





PENGUMUMAN

Bidang Doa GBI Bethesda Pangkalan Bun

Mengadakan Program Doa Semalam Suntuk Yang diadakan SEBULAN SEKALI pada setiap hari Rabu [Minggu ke II]. Doa dimulai pukul 22.00-04.00 WIB.

Kami mengundang Bapak/Ibu/Sdr(i) untuk dapat terlibat dalam kegiatan Doa tersebut. Informasi lebih lanjut hubungi Bp. Pdm. Paulus Rande, S.PAK. ' 08125150781



Selasa, 14 Juli 2009

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi 05 April. 2009


Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 102/WJ/GBI-BTSD/IV/2009 Edisi : 05 April. 2009

PENGINJILAN YANG JUJUR

Mazmur 51:1-19


Jikalau orang-orang Kristen dapat bersikap lebih jujur dengan dosa-dosanya, mereka akan lebih efektif dalam menjangkau orang-orang yang belum percaya bagi Kristus.

Philip Yancey berbicara dengan seorang pelacur yang sakit dan kelaparan, yang memerlukan pertolongan dari para pekerja Kristen yang ada di pusat kota. Ketika ia menyarankan agar pergi ke gereja, wanita itu menjawab, "Gereja! Mengapa saya harus ke gereja? Mereka membuat saya merasa lebih berdosa dibandingkan dengan

apa yang telah saya lakukan!"

Kita yang pergi ke gereja secara rutin pada hari Minggu, cenderung datang dengan wajah yang selalu bersukacita atau terlihat saleh. Keadaan ini mungkin akan memberi kesan bahwa kita tidak pernah berjuang melawan godaan atau jatuh dari standar hidup yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tidaklah aneh bila banyak kaum awam atau orang yang jatuh dan dari luar yang datang ke gereja, akan merasa bahwa hanya mereka orang yang jelek.

Hal ini tidak berarti kita harus menceritakan semua dosa pikiran dan perbuatan kita kepada siapa saja. Cara penyelesaian terhadap situasi seperti ini dimulai dengan kejujuran menyatakan keberadaan diri kita sendiri seperti yang dilakukan Daud dalam Mazmur 51:1-19. Jika kita mengakui bahwa kita pun memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan mengakui keterbatasan kemampuan kita untuk menang terhadap iblis, maka kita tidak menyatakan kesucian hidup kita lebih dari kenyataan yang sesungguhnya. Orang yang berdosa dan orang luar akan merasakannya, dan Allah akan memakai kita untuk "mengajarkan Jalan[nya] kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran" (Mazmur 51:15).


MENGETAHUI POTENSI DOSA DALAM HATI KITA MEMBUAT KITA MEMILIKI HATI YANG

MEMPERHATIKAN ORANG YANG BERDOSA


SEKOLAH ORIENTASI MELAYANI (SOM)

GBI BETHESDA

KELAS DIVINE HEALING & BLESSING

Setiap Hari
SENIN

Jam 18.00 WIBB


PERSEMBAHAN

MELALUI BANK


Seksi Profetik :

BRI BRITAMA

PANGKALAN BUN

NO. REK. 028201018096502

A/N. MARIA SUSANTI

Pembangunan Gereja :

BANK BRI CABANG PANGKALAN BUN

AC. 0282-01014072-50-6

A/N. RONY MATHIAS YOSI


SEKILAS INFO...!


Bagi Bapak/Ibu/Saudara(i) yang belum tergabung dalam Komsel, harap menghubungi PKS terdekat atau hubungi Bidang LITBANG

Pdm.Yohanes Priyono

Tlp. 0812-5145367


INFO KOMSEL

NO.

NAMA KOMSEL

TEMPAT KOMSEL

ALAMAT

PKS

001

Komsel Sidorejo

Ibu Sarinah

Jl. Abdul Ancis

Bpk. Misenap

002

Komsel Bamban

Bp. Paeran

Jl. Kasan Rejo

Ibu Nurlini Aryatni

003

Komsel Kp. Baru

Ny. Linda

Jl. Antasari

Bpk.Y.Gunawan

004

Komsel Raja

Bp. Soewarno

Jl. Ali Pandi Sarjen

Bpk.Soewarno

005

Komsel Palingkau

Bp. Dedy T. Wijaya

Jl. A. Yani

Bpk.Edi Santiago

006

Komsel Psr. Panjang I

Ibu Lina

BTN Beringin Rindang Gg. Semangka II No. 12

Bpk. Mulyana

007

Komsel Psr. Panjang II

Ny. Sania Theresia

Jl. Utama Psr. Panjang

Bpk. R. Mathias

008

Komsel Pasanah

Ibu Rupina

Jl. Ratu Mangku

Pdm.Paulus R



10 ALASAN UNTUK MEMPERCAYAI ALLAH MENJADI MANUSIA


1. Seorang Perawan Mengandung (Luk 1:26-35)

2. Seorang Nabi Perjanjian Lama Menubuatkan tentang Pribadi Allah-Manusia (Yes. 9:5).

3. Para Malaikat Mengumumkan Kelahiran Tersebut (Luk. 2:8-14).

4. Suatu Tanda Muncul di Langit (Mat. 2:1-12).

5. Waktunya Tepat (Dan 7:13-14; 9:24-27).

6. Yesus Mengklaim Diri-Nya Setara dengan Allah (Yoh 8:58; 10:30).

7. Sahabat-Sahabat-Nya Menyembah Dia (Yoh 20:28).

8. Musuh-Musuh Yesus Menuduh Dia Menghujat Allah (Yoh 10:33).

9. Mujizat-Mujizat-Nya Mendukung Pernyataan-Pernyataan-Nya (Matius 14:14).

10. Kepergian-Nya Lebih Besar/Agung daripada Kedatangan-Nya


"Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci."

I Korintus 15:3-4


PASKAH


"Dan beginilah kamu memakannya: pinggangmu berikat, kasut pada kakimu dan tongkat di tanganmu; buru-burulah kamu memakannya; itulah Paskah bagi Tuhan." Kel 12:11


LATAR BELAKANG SEJARAH.


Sejak keluarnya bangsa Israel dari Mesir sekitar tahun 1445 SM, orang Ibrani (kemudian disebut orang Yahudi) telah merayakan Paskah setiap tahun di musim semi (umumnya dekat hari Jumat Agung dan Paskah).

Setelah menjadi budak di Mesir selama lebih empat ratus tahun, Allah menetapkan untuk membebaskan keturunan Abraham, Ishak, dan Yakub dari perbudakan. Ia membangkitkan Musa dan menugaskannya untuk memimpin keluaran (Kel 3:1-4:31). Dalam ketaatan kepada kehendak Allah, Musa menghadapi Firaun dengan mandat Allah, "Biarkanlah umat-Ku pergi." Untuk menekankan kesungguhan amanat Tuhan ini kepada Firaun, maka Musa, dengan kuasa Allah, mendatangkan berbagai tulah atas Mesir sebagai hukuman. Ketika terjadi beberapa tulah, Firaun bersedia melepaskan umat Israel, tetapi ia menarik kembali keputusan itu setelah tulahnya hilang. Tibalah saatnya untuk tulah ke-10 dan terakhir, tulah yang mengharuskan orang Mesir membiarkan orang Israel pergi. Allah mengutus malaikat kematian ke seluruh tanah Mesir untuk membunuh "semua anak sulung, dari anak manusia sampai anak binatang" ( Kel 12:12).

Karena orang Israel juga tinggal di sana, bagaimana mereka bisa luput dari malaikat maut ini? Tuhan memberi perintah khusus kepada umat-Nya; menaatinya akan melindungi setiap keluarga Ibrani dan anak sulung mereka. Setiap keluarga harus mengambil seekor anak domba jantan berumur satu tahun dan tanpa cacat untuk dibunuh pada waktu senja pada tanggal empat belas bulan Abib; keluarga yang kecil dapat berbagi seekor anak domba (Kel 12:4). Sebagian darah anak domba yang tersembelih itu harus dipercikkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas rumah mereka. Ketika malaikat maut melewati daerah itu, ia akan melewati rumah-rumah yang tiang pintu dan ambang atasnya telah diperciki darah. Demikianlah oleh darah anak domba yang tersembelih orang Israel luput dari hukuman yang menimpa semua anak sulung Mesir. Allah memerintahkan tanda darah itu bukan karena Ia tidak bisa membedakan orang Israel dari orang Mesir, tetapi karena Ia ingin mengajar umat-Nya tentang pentingnya ketaatan dan penebusan dengan darah, dan dengan demikian mempersiapkan bagi "Anak Domba Allah" yang sekian abad kemudian akan menghapus dosa dunia (Yoh 1:29).

Pada malam itu pula orang Israel sudah harus siap untuk berangkat (Kel 12:11). Mereka diperintahkan untuk memanggang, tidak merebus anak domba yang tersembelih, serta menyediakan sayur pahit dan roti yang tidak beragi. Ketika malam tiba, mereka sudah siap untuk memakan makanan itu dan berangkat dengan cepat ketika orang Mesir datang dan memohon mereka untuk meninggalkan negeri itu. Segala sesuatu terjadi sesuai dengan apa yang dikatakan Tuhan (Kel 12:29-36).


Bersambung...

APAKAH ITU PASKAH

V Pesta pertama dari ketiga pesta tahunan yang terbesar dari orang Ibrani, dirayakan dalam bulan Nisan dari tanggal 14 sampai 21. Sebagai peringatan tentang peristiwa malaikat maut ketika melalui rumah-rumah Israel hendak membunuh semua yang sulung di tanah Mesir (baik binatang maupun manusia), sebelum bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Keluaran 12:1-51; 13:13-10; 23:14-19; Imamat 23:4-14. Disebut juga pesta roti tak beragi Domba Paskah disembelih sebagai membayangkan Kristus dan kesengsaraanNya. Paskah orang Kristen ialah Perjamuan Suci.

V Perayaan pembebasan bangsa Israel dari Mesir. Anak-anak sulung orang Mesir dibunuh, tetapi pintu-pintu rumah orang Ibrani "dilewati" (Ibrani _ P'esah_ berarti: melewati). Peristiwa itu diperingati dengan mengadakan perjamuan Paskah di mana para peserta "makan Paskah" yaitu makan "korban Paskah" atau anak domba Paskah itu (Kel 12:23-28, Kel 12:43-51). Dalam Perjanjian Baru Yesus Kristus disebut " anak domba Paskah" (1Kor 5:7) atau "Anak Domba yang disembelih" ( Wahy 5:6). Untuk Jemaat Purba hari Paskah mendapat isi baru, yaitu perayaan kebangkitan Tuhan.

V Hari perayaan peringatan pembebasan bangsa Ibrani dari perbudakan di Mesir. Pada hari itu malaikat kematian masuk rumah-rumah orang Mesir dan membunuh semua anak-anak sulung mereka, tetapi rumah-rumah orang Ibrani dilewati (Kel 12:23-27). Dalam bahasa Ibrani "Pesah" berarti " melewati". Hari raya ini jatuh pada tanggal 14 bulan Nisan, yaitu tanggal yang berdekatan dengan tanggal 1 April. Untuk jemaat Kristen yang mula-mula dalam Perjanjian Baru, hari Paskah ini mendapat isi baru, yaitu perayaan hidupnya kembali Tuhan Yesus dari kematian.


HUMOR

PELAYANAN DI RUMAH SAKIT


Seorang wanita menelpon sebuah rumah sakit daerah, ia berkata : "Hallo, saya ingin berbicara kepada petugas yang dapat memberikan informasi tentang keadaan pasien. Saya ingin tahu keadaan seorang pasien, apakah bertambah baik seperti yang diharapkan atau menjadi semakin buruk." Suara diujung telepon sana balik bertanya :"Siapa nama pasien yang Anda maksudkan, dan ia berada dikamar nomor berapa ?" Lalu wanita itu menjawab :"Sara Finkle, kamar 302." Lalu terdengar suara petugas diseberang sana :"Oke Ibu, saya akan sambungkan ke perawat jaga disana, harap tunggu sebentar." Lalu tidak lama kemudian terdengar suara, "Pos perawat lantai 3A, apa yang dapat saya bantu?" Jawab wanita itu :"Suster, saya ingin mengetahui perkembangan kesehatan Sara Finkle yang di kamar 302. Apakah ia sudah bertambah baik?" "Ok...tunggu sebentar, saya akan lihat catatan medisnya. Oh ya, keadaan Ibu Sara Finkle semakin bertambah baik. Dia sudah bisa makan, tekanan darahnya sudah normal, dan semua berjalan dengan baik. Dua jam lagi jantungnya akan diperiksa, jika ternyata semua baik, Dokter Cohen mengijinkannya pulang hari Selasa jam 12.00." Mendengar jawaban tersebut, wanita ini berkata :"Puji Tuhan..ini berita baik." Lalu si perawat bertanya :"Kelihatannya Ibu senang sekali, apakah Ibu keluarganya Sara Finkle?" "Bukan" jawab wanita itu, "Saya adalah Sara Finkle yang di kamar 302, Suster. Habis tidak ada siapa-siapa disini yang dapat menjelaskan tentang kondisi saya, karena itu saya telepon suster."

GEMBALA SIDANG, MAJELIS & JEMAAT GBI BETHESDA PANGKALAN BUN

Mengucapkan :


"SELAMAT ULANG TAHUN"


Kepada Bapak/Ibu/Saudara(i) yang berulang tahun pada bulan April ini.

"Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat." Roma 7:6.

1.

Hans Lamuel Aristo

01 April

2.

Ny. Linda

01 April

3.

Anabella Alfaria Simanjuntak

02 April

4.

Bp. Ir. Johanes Rantebale

04 April

5.

Bp. Pdm. Paulus Rande, S.PAK

04 April

6.

Ibu Lily Tjan

05 April

7.

Bp. Sarjono

08 April

8.

Bp. Atanto

16 April

9.

Gerry Lukas Ospaido

17 April

10.

Aprilia Laurenza Mutiara Sim

19 April

11.

Mario

19 April

12.

Bp. Yongky W

20 April

13.

Ibu Ge Sui Ing

20 April

14.

Beny Manurung

24 April

15.

Ibu Yanti Wiwi

25 April

16.

Bp. Oey Yong Nam

26 April

17.

Ibu Hotma Sihite

26 April

18.

Ibu Ipiyani

27 April

19.

Ibu Suciwati

30 April








JADWAL PETUGAS IBADAH RAYA

GEREJA BETHEL INDONESIA

JL. MERPATI PANGKALAN BUN

BULAN APRIL 2009

Petugas

Tanggal/Bulan


12 April

19 April

26 April

03 Mei


Pengkotbah

-

Pdm.Yohanes Priyono, S.Th

Pdm.Paulus Rande,S.PAK

Pdt.Petrus Kalambe


Worship Leader

Pdm.Yanti W

-

-

-


Singers

Ny. Dewi Rita

Ny. Tyas P

Sdri. Yusi

-

-

-


Penerima Tamu

Bapak & Ibu Mulyana

Bapak & Ibu

Galuh K.

Bapak & Ibu Paeran

Bapak & Ibu Johanes Rante


Kolektan

Ny. Sania T.

Ny. Margaritha

Bp. Galuh K

Bp. Yongky W

Ny.Sipi S.Mamud

Ny. Tyas P

Bp. Johanes R.

Bp. Nandrianto


LCD

Roby

-

-

-


Petugas Perjamuan Kudus

-

-

-

Pdm.Paulus R.

Bp.Nandrianto

Bp.Johanes R

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi 01 Maret. 2009


Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 97/WJ/GBI-BTSD/III/2009 Edisi : 01 Maret. 2009

RESPONS PANGGILAN.

Yohanes 7:37-52


Banyak orang mengikut Tuhan Yesus, menikmati mukjizat-Nya dan mendengar ajaran-Nya, namun mereka masih terus bertanya: "Siapakah Dia sebenarnya?" Mereka tidak mau mendengar dan menerima jawaban Tuhan Yesus, karena telah merumuskan jawaban berdasarkan pengertian mereka sendiri. Undangan penuh kasih sayang dari Tuhan Yesus (37) mendapatkan respons dari berbagai kalangan. Respons pertama pertama (40): ada yang mulai meyakini Dia adalah Mesias. Kedua (41a): ada yang berani mengungkapkan keyakinan bahwa Dia adalah Mesias. Ketiga (41b, 42): ada yang masih ragu karena salah menduga tempat kelahirannya di Galilea. Keempat (43): mereka yang berdiskusi dan berdebat tentang Dia. Kelima (44): ada yang berhasrat kuat untuk menangkap Dia, meski tidak berani. Keenam (46): sikap para penjaga Bait Allah yang mengagumi dan menghormati Tuhan Yesus, sehingga berani untuk tidak mematuhi perintah menangkap Dia. Ketujuh (47-49): kelompok Farisi yang berkeras hati dan sombong, tetap menolak Dia. Kedelapan (50): Nikodemus, yang berani menyatakan keyakinan pribadi melawan mayoritas, menunjukkan kerinduan mengenal Tuhan Yesus.

Hati yang mengalirkan air hidup. Masih ada satu kelompok lagi, yakni kelompok kesembilan, mereka yang menerima panggilan-Nya dan datang kepada-Nya. Mereka yang haus akan kasih Allah dan merindukan kebenaran-Nya. Betapa indah menerima panggilan Tuhan Yesus, yang mengundang kita secara pribadi. Dia memanggil kita supaya kita menerima kasih dan penghiburan-Nya. Dalam keterikatan kuasa dosa, hidup tanpa arti, kekeringan rohani, Sang Juruselamat menganugerahkan hidup yang mengalirkan sukacita dan damai. Betapa pun kita telah jatuh dan tenggelam dalam dosa, bila kita mau datang kepada-Nya dengan penyesalan tulus, undangan kasih dan pengampunan-Nya tersedia bagi kita.


TOKOH


WILLIAM BOOTH (Th. 1829-1912)

[Pendiri Gereja Bala Keselamatan]


William Booth adalah seorang pendeta Methodis yang terbeban melihat kemelaratan orang-orang di Inggris. Namun Jemaatnya tidak setuju dan malu melihat pendetanya melayani "sampah masyarakat". Maka tahun 1862 Both mundur dari jabatannya dan keluar dari gerejanya. Kemudian ia melayani di pelabuhan London Timur. Walaupun kota London merupakan Negara termaju pada saat itu, namun dalam waktu satu tahun terdapat 2.157 orang yang mati begitu saja di jalanan, 2.297 mati dengan bunuh diri, 30.000 wanita menjadi pelacur, 160.000 orang dihukum karena mabok di jalan umum, dan 900.000 orang melarat. Melihat kenyataan tersebut akhirnya Booth mendirikan sebuah organisasi Gereja yang disusun seperti tentara, dengan pangkat-pangkat, yaitu Gereja Bala Keselamatan. Booth memiliki visi yang besar untuk mengentaskan masyarakat London dari kemiskinan dan kriminalitas.


PERSEMBAHAN MELALUI BANK

Pembangunan Gereja :

Bank BRI Cabang

Pangkalan Bun

AC. 0282-01014072-50-6

a/n Rony Mathias Yosi


Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang."

Kolose 4:6


Gembala Sidang, Majelis & Seluruh Jemaat GBI Bethesada Pangkalan Bun

Mengucapkan :

Selamat Menempuh Hidup Baru

Kepada :


Sdr. Tonny Steven Gogani

&

Sdri. Henny Yangko


Tuhan Yesus Memberkati


Senin


Yesaya 23

Efesus 3

Selasa


Yesaya 24

Efesus 4

Rabu


Yesaya 25

Efesus 5

Kamis


Yesaya 26

Efesus 6

Jumat


Yesaya 27

Filipi 1

Sabtu


Yesaya 28

Filipi 2

Minggu


Yesaya 29

Filipi 3

Pokok Doa

  1. Pemilu pada bulan April 2009.

    2. Komsel GBI Bethesda

    3. Gembala Sidang, Majelis & Pel. Tuhan di GBI Bethesda.


SEKILAS INFO…!


SOM KELAS DIVINE HEALING,

INNER HEALING & BLESSING

akan dimulai pada :

SENIN, 2 MARET 2009

Pkl. 18.00 WIB


INFO KOMSEL

NO.

NAMA KOMSEL

TEMPAT KOMSEL

ALAMAT

PKS

001

Komsel Sidorejo

Bpk. Heri K

Jl. Jend. Sudirman

Bpk.Johanes Rante

002

Komsel Bamban

Bpk. Yongky W

Jl. Sudirman

Bpk. Misenap

003

Komsel Kp. Baru

Bpk. Gunawan

Jl. Atasari

Bpk.Y.Gunawan

004

Komsel Raja

Bp. Soewarno

Jl. Ali PAnde Sarjen

Bpk.Soewarno

005

Komsel Palingkau

Bpk. Edi Santiago

Jl. Delima

Bpk.Edi Santiago

006

Komsel Psr. Panjang I

Bpk. Atanto

Jl. H.M Rafi'i

Bpk. R. Mathias

007

Komsel Psr. Panjang II

Ny. Sania Theresia

Jl. Utama Psr. Panjang

Pdam.Yohanes P

008

Komsel Pasanah

Ibu Rufina

Jl. Ratu Mangku

Pdam.Paulus R






Sabtu, 11 Juli 2009

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi : 8 february 2009



Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 94/WJ/GBI-Mrpt/II/2009 Edisi :08 Februari 2009

MENJADI KUAT

2 Timotius 2:1


Banyak orang memprediksikan bahwa di tahun 2009 ini keadaan akan semakin berat dan semakin susah. Bila sudah dalam keadaan seperti ini maka akan banyak orang menjadi frustasi menjalani hidup. Keadaan ini tidak hanya dialami oleh orang-orang dunia saja, tetapi kita pun sebagai orang percaya akan mengalami keadaan yang demikian. Oleh sebab itu kita harus menjadi orang Kristen yang kuat. Bagaimana strateginya agar kita menjadi orang Kristen yang kuat ?

8 Berakar di dalam Tuhan [Kolose 2:7].

Seperti sebuah pohon, bila ia memiliki akar yang kuat, maka angin sehebat apapun tidak akan dapat merobohkannya. Demikian pula dengan iman kita, semakin kita berakar di dalam Kristus, maka iman kita akan semakin kuat. Untuk dapat berakar di dalam Kristus, kita harus rajin membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari [Mzr. 1:1-6].

8 Melekat pada Kristus [Yohanes 15:4-5].

Cara kedua agar kita kuat adalah melekat pada Kristus. Arti melekat pada Kristus adalah kita tinggal di dalam Kristus dan Kristus tinggal di dalam kita. Bagaimana caranya ? Saat kita melakukan firman-Nya, maka kita tinggal di dalam Kristus, dan saat firman-Nya ada di dalam hati kita itu artinya Kristus ada di dalam kita. Jadi simpanlah firman-Nya dalam hatimu dan lakukan dalam hidupmu (Mazmur. 119:11).

8 Ijinkan Roh Kudus memimpin hidup kita [Galatia 5:23].

Setelah Tuhan Yesus terangkat ke Sorga, Ia menjanjikan akan memberikan Roh Kudus kepada setiap orang percaya. Roh Kuduslah yang akan menjadi penolong, pembimbing dan penghibur bagi hidup kita [Yohanes 14:16, 26]. Bila Roh Kudus tinggal di dalam hidup kita, dan mengendalikan hidup kita, maka kita akan di pimpin-Nya menuju kepada kebenaran, dan akan menjadikan kita orang-orang yang kuat di dalam menghadapi segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ini. Sebab Roh Kudus adalah Roh yang lebih kuat dari roh yang ada di dunia ini [I Yohanes 4:4]. Oleh sebab itu ijinkan Roh Kudus tinggal dan bertahta dalam hidup kita...maka dapat dipastikan bahwa kita akan MENJADI KUAT....!


Banyak orang Kristen yeng sudah menjadi tua tanpa pernah menjadi dewasa. Mereka bertumbuh di dalam masalah-masalah duniawi, bahkan menjadi orang terkenal, berkuasa, berpengaruh serta kaya raya, namun jika dilihat dari segi rohani, banyak orang belum memiliki karakter Kristus dalam kehidupan mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi ? Karena mereka tidak tahu, dan tidak pernah mau bertumbuh menjadi seperti Kristus. Rajin beribadah tidak menjamin rohani seseorang bertumbuh dengan baik, tetapi seseorang yang bertumbuh rohaninya, pasti ia rajin beribadah. Pertumbuhan itu terjadi setiap saat dalam kehidupan kita ketika kita berada dekat dengan sumber kehidupan. Seperti sebuah pohon, dia akan dapat bertumbuh dengan baik jika berada dekat dengan air. Untuk dapat bertumbuh dengan baik, mari kita pelajari dua ayat di bawah ini :

  • Filipi 2:12-13
    " Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya." Dari ayat ini ada dua hal yang harus kita pahami sebagai tempat untuk kita berpijak guna mengalami pertumbuhan rohani :
    • Tetaplah Kerjakan Keselamatan : artinya adalah ada usaha dari kita untuk bertumbuh di atas keselamatan yang Tuhan sudah berikan. Mengerjakan keselamatan bukan berarti dia mendapatkan ladangnya, namun mengusahakan agar ladangnya memberikan hasil yang maksimal.
    • Allah yang Mengerjakan : artinya Allah juga turut bekerja mendorong kita. Namun Allah tidak akan memaksakan kehendak-Nya, itu sebabnya dikatakan :"Allah hanya menolong orang yang mau menolong dirinya sendiri."
  • Efesus 4:22-24
    " Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." Untuk bertumbuh secara rohani harus ada kerjasama antara Allah dengan kita.
    • Menanggalkan manusia lama : artinya secara sadar dan tegas kita meninggalkan segala tabiat lama, konsep dan perbuatan lama yang berdosa serta menolak untuk melakukan hal-hal yang berdosa.
    • Memperbaharui roh dan pikiran kita : artinya kita hidup dipmpin dan dituntun Roh Kudus serta memiliki pikiran Kristus. Memikirkan segala sesuatu yang menyenangkan, yang baik, kudus dan berkenan kepada Bapa dan yang mendatangkan damai sejahtera (Filipi 4:8).
    • Mengenakan Manusia Baru : artinya harus mulai berusaha mempraktekkan sifat-sifat Kristus, yaitu penuh kasih, sabar, murah hati, baik, setia, lemah lembut, dan penuh penguasaan diri (Gal. 5:22-23). "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan......karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru..." [Kolose 3:5-10]


HUMOR

Seorang bapak mengalami luka di kakinya, semakin lama lukanya semakin besar. Akhirnya dia pergi ke seorang dokter. Dokter mengatakan bahwa kakinya harus dipotong karena itu adalah pembusukan akibat penyakit kencing manis yang dideritanya. Si bapak kaget :"Diamputasi...?" "Ya, itu jalan satu-satunya untuk menyelamatkan kaki bapak." kata si dokter. Tidak puas, bapak ini pergi ke dokter yang lain. Tetapi jawabannya juga sama. Akhirnya bapak ini teringat untuk mencoba pengobatan sinshe, maka pergilah ia ke sinshe itu. Sinshe memeriksanya dan berkata :"Oe..oe..ini bapak punya kencing manis ya..?" Bapak itu menjawab :"Ya, itu saya sudah tahu. Persoalannya itu bisa nggak disembuhkan? Sebab saya tanya beberapa dokter, semua bilang kaki saya harus diamputasi. Apa benar sinshe?" Si Sinshe itu tertawa sembari mengeleng-gelengkan kepalanya, "Aiyaa...doktel wodoh...aaa...selalu pingin dapet duit aaa...opelasi sini...opelasi sana..buat saya kaki bapak itu tidak pelu opelasi oe..." Si bapak ini sangat senang sekali mendengar perkataan sinshe, dalam hatinya ia berkata "Untung,.. saya coba ke sinshe ini" Lalu dengan gembiranya ia bertanya lagi :"Lalu sinshe apa yang harus saya lalukan ?" "Nggak usah takut....oooe..tunggu dua minggu, nanti juga putus sendili ooo..jadi ngak pellu bayal-bayal untuk opelasi..."


Senin


Yesaya 2

I Korintus 16

Selasa


Yesaya 3

II Korintus 1

Rabu


Yesaya 4

II Korintus 2

Kamis


Yesaya 5

II Korintus 3

Jumat


Yesaya 6

II Korintus 4

Sabtu


Yesaya 7

II Korintus 5

Minggu


Yesaya 8

II Korintus 6

Pokok Doa

  • Komsel dan pertumbuhan Jemaat.
  • Hamba-hamba Tuhan di GBI Bethesda
  • Pembangunan Gereja di P.Panjang.