Jumat, 10 Juli 2009

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi :11 Januari 2009


Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 90/WJ/GBI-Mrpt/I/2009 Edisi :11 Januari 2009



JANGAN TAKUT MELANGKAH

Kejadian 12:1-9

Ada 2 bibit tanaman terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit pertama berkata :"Aku ingin bertumbuh besar, menjejakkan akar-akarku dalam-dalam, menjulangkan tunas-tunasku ke atas, menikmati musim semi, merasakan kehangatan matahari dan kelembutan embun pagi dipucuk daun." Sedangkan bibit yang kedua berkata :"Aku takut menancapkan akar-akarku ke bawah. Aku tidak tahu apa yang ada di dalamnya, bukankah di sana gelap ? Jika ku teroboskan tunasku ke atas, bukankah keindahan tunasku akan hilang dan terkoyak ? Aku takut ulat dan siput akan memakanku, serta anak kecil akan mencabutku. Jadi, aku akan diam saja sampai semuanya aman."

Singkat cerita, bibit pertama itu tumbuh menjulang dan bibit ke dua tetap menunggu dalam kesendirian. Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah di ladang itu dan menemukan bibit yang kedua tadi, dan ayam itu dengan segera mencaploknya. Saudaraku, itulah gambaran orang yang takut melangkah untuk melakukan sesuatu yang baru, karena kepesimisan, keraguan, kengerian dan kebimbangan yang diciptakan sendiri.

Dalam Kejadian 12:1-9, menceritakan tentang Abraham yang menghadapi pilihan yang sulit. Dia dipanggil oleh Tuhan untuk meninggalkan keluarganya, kenyamanannya dan semua hal yang telah ia jalani selama ini. Padahal Abraham telah hidup dengan mapan. Sementara Tuhan memerintahkan dia untuk pergi ke suatu tempat yang pada saat itu belum tahu kemana Abraham harus melangkah, siapa yang akan ditemui dan bagaimana kehidupannya nanti. Namun Alkitab mencatat bahwa Abraham taat kepada panggilan Tuhan. Kenapa Abraham taat ? Karena dia mempercayakan hidupnya kepada Tuhan, Abraham memiliki iman yang positif, bahwa bersama Tuhan ia akan mengalami keadaan yang baik.

Oleh sebab itu, sebagai orang percaya, jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru walaupun kita diperhadapan dengan pilihan yang sulit. Ingat..bahwa kita memiliki Tuhan yang dapat kita andalkan setiap waktu, percayakan hidup kita sepenuhnya kepadaNya, dan Ia akan bertindak...!


20 Cara menikmati kerukunan dalam rumah tangga

  1. Makan malam bersama dengan seluruh anggota keluarga di suatu tempat yang lain [diluar rumah].
  2. Bawalah pasanganmu menghadiri seminar pernikahan berdua saja.
  3. Bacakan cerita-cerita klasik kepada anak-anak.
  4. Ajak semua keluarga untuk menghafal Mazmur 23.
  5. Beri salam, rangkulan, ciuman kepada anggota keluarga.
  6. Sekali-kali matikan TV selama beberapa waktu dan gunakan waktu tersebut untuk bercengkrama bersama anggota keluarga.
  7. Doakan istri/suami dan anak-anakmu setiap hari. Bawa ke hadapan Tuhan apa yang menjadi persoalan mereka.
  8. Rencanakan acara liburan bersama-sama, biarkan setiap anggota keluarga menyatakan pendapatnya.
  9. Pergilah berlibur bersama-sama sesuai apa yang sudah direncanakan.
  10. Duduk bersama sebagai sebuah keluarga ketika berbakti di Gereja.
  11. Sekali waktu, pergilah ke toko buku bersama-sama atau ke perpustakaan umum (jika memang ada). Atau pergi berbelanja bersama-sama ke pasar atau ke mall.
  12. Tulislah sebuah surat untuk anggota keluargamu dan katakan mengapa engkau menghargai mereka.
  13. Bawalah anakmu sendirian saja (bergantian dengan anak yang lain, jika anakmu lebih dari satu) untuk pergi makan pagi, atau makan malam bersama disuatu tempat yang lain.
  14. Bimbinglah anakmu di dalam mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
  15. Ambil waktu untuk bermain bersama-sama dengan anak-anakmu untuk beberapa saat.
  16. Dorong anak-anakmu untuk berani menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang paling membingungkan mereka, berjanjilah bahwa engkau akan menjawab atau mendiskusikan dengan baik dengan pasangan Anda.
  17. Ceritakan kepada anak-anak bagaimana engkau dan pasanganmu bertemu pertama kali.
  18. Sekali-kali luangkan waktu untuk menelpon pasanganmu atau anak-anakmu untuk menanyakan bagaimana keadaan mereka ketika engkau berada di luar kota atau di luar rumah untuk waktu yang agak lama.
  19. Buatlah "pohon keluarga" dan jelaskan kepada anak-anak siapa turunan di atas mereka dan apa saja kerja mereka.
  20. Secara bersama-sama, terlibatlah dalam proyek sosial untuk membantu keluarga lain yang kurang mampu.



New Living Translation menterjemahkan Bilangan 6:25 sebagai berikut :"My the Lord smile on you and be gracious to you" yang diterjemahkan :"Kiranya Tuhan tersenyum kepadamu dan berkemurahan kepadamu" Pernahkan kita berpikir untuk membuat Allah tersenyum karena Ia bangga terhadap kita ? sebagaimana seorang ayah/ibu selalu membanggakan anak-anak mereka ? Ada beberapa cara untuk membuat Allah tersenyum :


  • Allah tersenyum apabila kita mencintai Dia di atas segala-galanya di dalam dunia ini. (Matius 22:37-38). Allah begitu rindu untuk menjadi Bapa yang kita cintai lebih dari segala yang ada di dunia ini, karena Ia begitu mengasihi kita. Karena itu jalinlah hubungan dengan Bapa lebih erat lagi. Cintailah Allah dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatanmu, maka Ia dari Sorga akan tersenyum melihat kita.
  • Allah tersenyum ketika kita percaya sepenuhnya kepada-Nya (Mazmur 62:6-9). Adalah suatu kebahagiaan yang bisa membuat orang tua tersenyum adalah ketika anaknya percaya bahwa orang tuanya (ayah/ibunya) bisa melakukan apapun untuknya. Demikian juga dengan Allah, Ia tersenyum ketika kita percaya sepenuhnya kepada-Nya.
  • Allah tersenyum jika kita mentaati perintah-Nya dengan sepenuh hati (Yohanes 3:36). Ketika Allah berfirman kepada kita, dan kita langsung mentaatinya, itulah juga yang akan membuat Allah tersenyum. Ketaatan yang utuh yang ia inginkan bukan korban.
  • Allah tersenyum ketika kita senantiasa memuji dan menyembah serta mengucap syukur dalam segala hal. Ketika seseorang memberikan pujian dan ucapan syukur dengan tulus, pastilah hal itu sangat menyenangkan. Demikian juga dengan Allah, Ia menyukai hal itu. Allah akan selalu tersenyum ketika melihat kita suka mengungkapkan pujian, dan ucapan syukur kita kepada-Nya (Mazmur 69:31-32).
  • Allah tersenyum ketika kita menggunakan semua kemampuan kita untuk meyenagkan Dia. Menyenangkan Allah bukan hanya melalui kegiatan-kegiatan yang sifatnya rohani saja (beribadah, berdoa, baca firman, dll), tetapi setiap kegiatan yang positif yang dapat bermanfaat bagi orang lain, membangun dan memberkati orang lain, adalah hal yang sangat berkenan dan dapat membuat Allah tersenyum. Sebab Dia bangga bahwa kita dapat berdampak bagi orang lain, kita dapat memberikan warna bagi sekeliling kita, dan menjadi bau yang harum disekitar kita (II Korintus 2:15).


Senin


Amsal 25

Roma 4

Selasa


Amsal 26

Roma 5

Rabu


Amsal 27

Roma 6

Kamis


Amsal 28

Roma 7

Jumat


Amsal 29

Roma 8

Sabtu


Amsal 30

Roma 9

Minggu


Amsal 31

Roma 10

Pokok Doa

  1. Hamba2 Tuhan & Jemaat.

2. Pelayanan PI & Misi GBI Bethesda

3. Jiwa-jiwa baru.




“Seorang anak tidak akan menemukan sifat kebapaan dalam diri Allah, jika ia tidak menemukan sesuatu yang illahi dalam diri ayahnya” [Glen Wheeler]


”Nilai pernikahan bukanlah orang dewasa menghasilkan anak, tetapi kehadiran anak mendewasakan orang” [Peter De Vries]

Tidak ada komentar: