Jumat, 10 Juli 2009

Warta Jemaat GBI BETHESDA Edisi : 25 Januari 2009


Warta Jemaat GBI BETHESDA Pangkalan Bun

Nomor : 91/WJ/GBI-Mrpt/I/2009 Edisi :25 Januari 2009


MENANG BERSAMA TUHAN


"Tanganmu akan diangkat melawan para lawanmu, dan semua musuhmu akan dilenyapkan" Mikha 5:8.


Ayat di atas adalah salah satu dari apa yang Tuhan kerjakan bagi bangsa Israel pada zaman itu, dimana Tuhan menjanjikan bahwa Dia akan membuat bangsa Israel menjadi bangsa yang kuat, meskipun mereka jumlahnya tidak banyak. Sebab dikatakan bahwa sisa-sisa keturunan Yakub yang ada diantara bangsa-bangsa akan seperti singa yang tak terkalahkan.

Dalam menghadapi tugas, pekerjaan, maupun tantangan dalam hidup kita, kadangkala kita merasa kecil hati, dan psimis. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor. Bisa karena kurang mampu, kurang pintar, kurang kuat ataupun kekurangan-kekurangan lain yang bisa membuat kita merasa "kalah sebelum bertanding". Padahal mungkin apabila kita mau menyerahkan segala kekuatan kita kepada Tuhan, berserah secara total kepadaNya, kita akan merasa ringan, sebab kita percaya bahwa bukanlah kita yang bekerja sendiri, melainkan tangan Tuhan yang perkasa yang akan berperang ganti kita.

Saya pernah mengantar anak saya yang masih duduk dibangku TK untuk mengikuti lomba Komputer disebuah mall di Surabaya. Betapa terkejutnya saya karena pesertanya begitu banyak, sampai 130 anak dan hanya diambil 6 juara saja. Melihat hal itu saya menyadari bahwa sulit untuk menjadi juara mengingat yang disertakan adalah wakil-wakil terbaik dari tiap sekolah. Saya sungguh sadar, tanpa penyertaan Tuhan tidak mungkin anak saya menang. Saya berdoa, menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan, dan sungguh Tuhan menjawab doa saya, sehingga anak saya bisa berada diurutan ke 4 dan pulang membawa piala.

Kalau dulu Tuhan sedemikian rupa menyertai bangsa Israel sehingga beroleh kemenangan, maka Tuhan kita yang tidak pernah berubah juga akan menyertai kita sehingga kita dapat hidup dalam kemenangan demi kemenangan.


"Tetapi di dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang mengasihi kita" Roma 8:37.


PENGORBANAN INDUK AYAM

Mazmur 17:8; Yohanes 3:16-18


Suatu sore seorang petani pulang ke rumahnya dengan tubuh yang letih. Dari kejauhan dia melihat ada asap yang cukup tebal mengepul dari arah rumahnya. Petani itu berlari dengan cepat tanpa menghiraukan keletihannya. Setelah dekat rumahnya, ia melihat bahwa kandang ayamnya sedang terbakar. Ia berusaha untuk memadamkan api tersebut. Sang petani sangat sedih melihat ayamnya yang hanya beberapa belas ekor itu musnah terbakar. Ia duduk termenung memikirkan nasib ayam-ayam dan anak-anak ayamnya yang baru menetas beberapa hari yang lalu. Namun ia tersentak ketika mendengar ciapan anak-anak ayam. Ia segera mengambil sebatang kayu dan mengorek-ngorek reruntuhan kandang itu dan berkonsentrasi mendengarkan dari mana datangnya ciapan anak-anak ayam tersebut. Ternyata ciapan anak-anak ayam itu berasal dari seonggok daging ayam yang sudah menghitam. Kemudian ia membongkar sayap ayam yang terbakar itu dan keluarlah empat ekor anak ayam yang menciap-ciap ketakutan. Ternyata onggokan daging yang terbakar itu adalah induk dari anak-anak ayam tersebut. Induk ayam itu rela mati demi menyelamatkan anak-anaknya yang masih kecil.

Induk ayam memang selalu melindungi anak-anaknya dibawah sayapnya. Ketika malam tiba, induk ayam selalu mengumpulkan semua anak-anaknya dibawah sayapnya dan mendekap mereka agar aman dan tetap hangat. Ketika elang atau musang hendak memangsa anak-anaknya, maka ia akan memanggil semua anak-anaknya untuk berkumpul dibawah sayapnya. Induk ayam itu selalu berjuang, bahkan samapai mati asalkan anak-anaknya selamat. Jika induk ayam saja mempunyai kasih yang begitu besar terhadap anak-anaknya, apalagi Bapa kita yang di Sorga.

Tidak ada kasih di dunia ini semurni dan sebesar kasih Bapa di Sorgawi. KasihNya yang besar kepada umat manusia telah menuntut Dia untuk melepaskan hakNya sebagai Bapa, dan mengutus Anak-Nya yang Tunggal yang sangat dikasihiNya untuk mati dengan cara yang hina di atas kayu salib. Semua dilakukanNya untuk menyelamatkan umat manusai dari maut. Ketika Tuhan Yesus menanggung sengsara dan tergantung di kayu salib, bukan hanya Yesus sendiri yang merasakan semua kesengsaraan yang tak terkatakan itu, tetapi Bapa di Sorga merasakan keperihan yang sangat mendalam di hatiNya. Film "The Passion of The Christ" menggambarkan keperihan hatiNya, yaitu saat Yesus berada di puncak penderitaanNya, "air mata" Bapa di Sorga jatuh ke bumi.

Hanya kasih yang besar seperti kasih Bapa di Sorga yang akan membawa setiap manusia sampai kepada keselamatan yang kekal. Sebab itu, jangan sia-siakan pengorbananNya yang besar, terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita saat ini juga...!


10 TIPS PERNIKAHAN YANG BAHAGIA

  1. Jangan marah pada waktu yang sama [Efesus 5:1]
  2. Jangan berteriak pada waktu yang sama, kecuali rumah kebakaran [Mat.5:5]
  3. Kalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang [Amsal 16:32].
  4. Tegorlah pasangan Anda dengan kasih [Yohanes 13:34-35].
  5. Lupakanlah kesalahan masa lalu [Yesaya 1:18; Amsal 16:6].
  6. Boleh lupakan yang lain, tapi jangan lupakan pasangan Anda [Kid. 3:1-2].
  7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam [Efesus 4:26-27].
  8. Seringlah memberikan pujian kepada pasangan Anda [Kid. 4:1-5; 5:9-16].
  9. Bersedia mengakui kesalahan [I Yohanes 1:9].
  1. Dalam pertengkaran, yang paling banyak bicara dialah yang salah [Matius 5:9].


Baca Firman Tuhan Yuk...!

Senin


Pengkotbah 1

Roma 11

Selasa


Pengkotbah 2

Roma 12

Rabu


Pengkotbah 3

Roma 13

Kamis


Pengkotbah 4

Roma 14

Jumat


Pengkotbah 5

Roma 15

Sabtu


Pengkotbah 6

Roma 16

Minggu


Pengkotbah 7

I Korintus 1

Pokok Doa

  1. Pembangunan Gereja.


2. Program kerja GBI Bethesda

3. Jiwa-jiwa baru.


"Kita akan menjadi seperti yang kita pikirkan sepanjang hari"

[Ralph Waldo Emerson]


"Semakin besar ktidakadilan yang kita alami, semakin besar pula kesempatan bagi kita untuk menunjukan kasih, pengampunan dan anugerah Allah"

[Rick Joyner]






Tidak ada komentar: